Pertama Kali

by - June 17, 2015

Memulai bukan hal yang mudah, tetapi jika tidak dimulai bagaimana aku bisa tahu akhirnya?

Ini tulisan pertama saya tahun ini. Saya sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Sibuk? Saya rasa tidak, justru saya punya banyak waktu luang. Mengerjakan tesis? Iya, tetapi tentu saja tidak setiap hari? Mungkin saya hanya malas. Ini tulisan pertama, saya memulai lagi cerita baru.

Berbicara tentang pertama kali, bagi saya pertama kali menjadi sesuatu yang paling membekas daripada sebuah akhir.
Saya masih ingat bagaimana pertama kali seseorang menyatakan cinta kepada saya. Saat itu saya masih 15 tahun. Cinta monyet? Mungkin, tetapi itu cukup membuat saya tersenyum saat mengingatnya. Muda dan sangat naif. Akhirnya? Cukup membuat saya membangun tembok besar yang tebal hingga tak ada seorang pun yang masuk.
Saya ingat pertama kali mendengan Kanker. Rasanya seperti ada palu godam besar yang jatuh ke kepala saya. Tidak, bukan hanya kepala tetapi seluruh tubuh. Saat itu dimulailah pertama kali-pertama kali yang lain hingga akhirnya pertama kali mengalami kehilangan. Cukup membuat saya marah pada hidup dan protes pada Tuhan.
Pertama kali bertemu denganmu dan jatuh cinta padamu, membuat saya pertama kali meruntuhkan tembok yang bertahun-tahun saya bangun. Membawa pada hari-hari seperti roller coaster, membuat saya takut sekaligus tertantang. Akhirnya? Tidak pernah ada akhir karena saya dan kamu tidak pernah memulai sesuatu.
Pertama kali jauh dari rumah dalam waktu lama, pertama kalinya juga sangat merindukan rumah dan kamu. Tetapi pertama kalinya juga saya memutuskan untuk berbalik arah dari kamu, saya tidak ingin menunggumu lagi. Jika kamu tanyakan mengapa, saya tidak pernah bisa memberikan jawaban yang memuaskan kamu. Tetapi jika kamu memaksa, maka saya akan mengatakan bahwa saya hanya ingin melihat langit yang lebih terang dan senja yang lebih indah.

Pertama kali membuat saya mengingat hal-hal baik, juga mengingat hal-hal buruk tetapi tidak cukup menjadikan hal-hal buruk itu mendominasi. Pertama kali juga membuat saya memaafkan semuanya, termasuk memaafkan diri saya sendiri yang tidak bisa menunggumu lagi

You May Also Like

0 comments