Surat Untuk Adikku

by - April 08, 2014

Dear sissy,

Ini kali kedua aku menulis untukmu, dan kali kedua pula memberi tahu padamu tentang apa yang ku rasa. Kau kenal betul siapa aku dan bagaimana diriku. Aku tidak pandai mengungkapkan apa pun kepadamu secara langsung. Aku hanya bisa menulis. Kali ini pun aku menulis padamu.
Maafkan aku, sissy. Maafkan aku.
Aku tidak pernah bisa menjadi kakak perempuan yang baik untukmu. Terlalu banyak lubang yang ku buat, dan terlalu banyak celah yang ku lewatkan. Aku buruk untuk ukuran kakak perempuan. Sangat buruk.
Aku selalu merasa bersalah ketika kau mendapatkan undangan santunan anak yatim, atau ketika kau mendapatkan jatah beras zakat sebagai anak yatim. I feel so bad about it. Tetapi itu sesuatu yang tak bisa ku ubah dan sesuatu yang tak bisa ku kendalikan. Aku tahu, kau pun juga sangat paham tentang aturan santunan itu di keyakinan kita. I just feel so bad.
Ketika ayah memutuskan untuk menikah lagi, dan kita mendapat anggota keluarga baru, aku berharap kau tidak lagi mendapatkan itu. Karena aku tahu, ada banyak yang lebih berhak mendapatkannya daripada kita.

Maafkan aku, sissy. Maafkan aku.
Aku mungkin bisa mengajarimu menjadi perempuan yang kuat. Tetapi aku tidak pandai mengajarimu tentang cinta. Aku tidak pandai jatuh cinta, sissy.
Semua orang menjadi bodoh ketika jatuh cinta, aku pun begitu. Aku pernah mencintai pria yang salah, dan saat ini pun aku mencintai pria yang salah. Namun aku tidak bisa menghindari perasaan itu. Aku hanya bisa mengendalikan pilihan-pilihanku terhadapnya. Aku memilih mencintainya, tetapi aku memilih untuk tidak bersamanya saat ini.
Kau bingung. Tentu saja kau bingung dengan apa yang menjadi keputusanku. Kau tahu, dunia orang dewasa terlalu membingungkan, bahkan untukku. Kau memilih hal yang bertolak belakang dengan hatimu.
Kau mengatakan padaku, kenapa aku tidak bisa mencintai saja? kenapa aku tidak memperjuangkannya? Cinta memang sederhana, namun ia dibungkus oleh pilihan-pilihan yang rumit. Namun ketahuilah, cinta yang membuat aku seperti sekarang. Menguatkan dan memberi keberanian menentukan pilihan hidup.

Maafkan aku sekali lagi
Aku tidak pernah bisa berada di dekatmu, di waktu-waktu terpenting dalam hidupmu. Kau akan memahami alasannya, ketika kau berada di posisiku nanti. Aku ingin kau menjadi perempuan yang lebih daripada diriku. Aku ingin kau menjadi perempuan cantik, berani, dan penuh cinta dihatinya.

Sissy,
ada satu hal yang ingin sekali kulakukan bersamamu. Aku ingin melakukan perjalanan bersamamu. Menapakkan kaki di tempat asing. Menghirup udara yang berbeda. Mencicip rasa yang tak sama. Aku ingin keliling dun

You May Also Like

0 comments