Dear Kamu

by - March 20, 2014

Dear Kamu,
Kamu pernah menanyakan padaku bagaimana rupa cinta. Aku tidak langsung menjawabnya pada saat itu, hanya kerutan kening dan kerucut bibir yang ku berikan padamu sebagai jawaban.
Kamu pernah bertanya padaku bagaimana rupa rindu. Lagi-lagi aku berpikir keras, jawaban apa yang bisa ku berikan padamu.
Kamu pernah bertanya padaku, bagaimana kalau kau jatuh cinta padaku. Aku hanya bisa tertawa keras-keras mendengar pertanyaanmu itu.

Dear Kamu,
Aku tidak tahu persis bagaimana rupa cinta.
Aku hanya tahu, aku merasa cukup ketika melihatmu, wahai lelaki yang tak suka kopi.
Aku hanya tahu, aku suka berbicara denganmu. Berjam-jam duduk, menatap mataku, sesekali cemburu kepada kakak lelakiku, dan sering tertawa bersamaku.
Aku hanya tahu, aku suka melihatmu membaca. Wajah serius dengan bibir mengerucut itu selalu ingin membuatku menciummu, menginterupsi apa pun yang sedang kau baca.

Dear Kamu,
Aku tidak tahu persis bagaimana rupa rindu.
Ketika kau tidak di dekatku, hatiku sakit. Mendengar suaramu dari kejauhan, menyeruakkan kenangan hari-hari hangat bersamamu. Aku pernah mengatakan padamu, bahwa aku selalu ingin berkemas lalu naik kereta paling awal untuk sampai di kotamu dengan cepat.

Dear Kamu,
Kamu pernah bertanya padaku, bagaimana kalau kau jatuh cinta padaku. Then, love me if you dare.

You May Also Like

0 comments