Muse (2)

by - November 24, 2013

Kamu
Bukankah aku selalu mengatakan inspirasi ada di mana-mana? Inspirasi selalu ada, kamu harus jeli supaya bisa memeluknya. Ah iya, sudahkah aku mengatakan kamu gudang inspirasi bagiku?

Buku
Aku dengan buku puisiku, kau dengan buku matematikamu. Hampir semua memandang ke arah kita ketika kita sedang sibuk dengan dunia kita masing-masing. Setidaknya kita masih bersama, iya kan?

Jarak.
Pada akhirnya sebuah jeda bernama jarak berada di antara kita. Aku berada di negeri yang tak pernah tidur. Kamu berada di negeri yang penuh awan putih seperti cotton candy.
Jarak itu sering mempermainkan kita. Membuatku menunggu, membuatku gelisah. Membuatmu kesal, membuatmu lelah.
Tapi ketika kita masih menghirup udara yang sama, melihat bulan yang sama, masihkah jarak eksis bagi kita?


Aku sering tersesat akhir-akhir ini. Mencari kamu, mencari gudang inspirasi untuk puisi-puisi yang biasa ku tuliskan. Aku mencarimu, menggali waktu-waktu terbaik yang pernah ada, memanggil setiap kenangan.
Aku mencarimu, mencari keindahan diksi dalam rumus-rumus matematika yang pernah kau selesaikan.
Ah iya, ternyata aku merindukanmu.

You May Also Like

0 comments