Mendengar, Didengar, dan Pendengar

by - June 25, 2013

Saya rindu berbicara denganmu yang ditemani kopi atau teh ketika hujan turun atau hawa dingin sedang merasuk. Mendengarkan ceritamu dengan seksama, tanpa menghakimimu, tanpa menyela, membuatmu tak merasa terabaikan, membuatmu lega.
Saya rindu menceritakan keluh kesah atau kebimbangan hati padamu. Didengarkan dengan seksama, membuat saya merasa hangat tak peduli jika diluar dingin menggigit tulang. Hati saya hangat.
Saya dan kamu menjadi pencerita yang baik, pun menjadi pendengar. Kamu tidak pernah menghakimi saya, hanya mendengarkan, itu saja.
Saya rindu, kopi atau teh yang terabaikan karena mendengarkanmu atau kamu yang mendengarkanku.
Masihkah kamu jadi pendengarku?

You May Also Like

0 comments