A Step

by - March 03, 2013

Selewat Hujan (23 Februari 2013)

Ini sebuah langkah yang telah dilakukan. Sebuah langkah pertama dan masih sangat kecil untuk sebuah menjalani sebuah mimpi.
Terima kasih Allah, untuk kesempatan ini.
23 Februari 2013
Terima kasih untuk Primadiana Yunita, yang menggenggam tangan saya untuk bersama-sama menuliskan sejarah pertama. Terima kasih untuk kesabaran yang luar biasa dan ide-ide cemerlangmu. Saya bersyukur dipertemukan denganmu, Tung. Semoga kita bisa berbagi cerita lagi sambil menikmati teh atau kopi bersama.
Terima kasih untuk Mas Mahesa Desaga, yang dengan mata jelinya mampu menemukan mutiara di antara pasir hitam yang menutupinya. Terima kasih pula untuk selalu mampu menularkan segala kekuatan untuk mimpi ini. Terima kasih untuk selalu percaya padaku. 
Terima kasih untuk Mas Wishnu Mahendra, yang percaya padaku. Yang memberikan kekuatan bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Yang dengan sabar menyuapi saya ketika saya sedang sakit. Sampai ketemu di Dubai, Mas!
Terima kasih pula untuk Intan Zaki, yang tidak pernah lelah mendengarkan ocehan-ocehanku. Juga yang selalu ada ketika saya sedang kolaps. Yang selalu mengkhawatirkan kesehatan saya, meskipun saya sedang baik-baik saja. Terima kasih.
Terima kasih untuk Dennis Wahyudianto, yang selalu percaya pada saya. Kamu emergency call terbaik yang selalu ada ketika saya butuh. Terima kasih untuk cerita-cerita kehidupan dan waktu-waktu terbaik. Terima kasih untuk tidak pernah membiarkan saya sendiri ketika berada di dalam keadaan terburuk. Semoga kamu selalu ada dalam lindungan-Nya, boy!
Selewat Hujan untuk awal dari sejarah yang akan ada. 

You May Also Like

0 comments