Tuhan itu Maha Romantis

by - January 28, 2013

Tuhan itu Maha Romantis.
Tertawakan saja tulisan saya ini, justru itu yang semakin membuat saya meyakini bahwa Tuhan itu Maha Romantis.
Tuhan memberikan satu ruang dalam diri, untuk kita isi. Terserah mau diisi dengan apa, dan bagaimana porsinya. Tuhan juga memberikan ruang itu untuk saya. Saya pun memilih untuk memenuhinya dengan Cinta, penuh dan utuh.
Lihatlah, saya mampu jatuh cinta pada banyak hal. Pada musik, pada buku, pada puisi, pada gunung, pada bukit teh, pada laut, dan pada kamu. Ya, saya bisa jatuh cinta dengan semua itu, sekaligus. Saya menuliskan puisi tentang kamu, tentang laut, tentang senja, tentang musik ketika saya sedang jatuh cinta. Saya pun jatuh cinta pada Tuhan, saya melihatnya di semua hal yang saya cinta itu. Saya pun melihatnya pada dirimu.
Lihatlah, saya juga bisa patah hati. Saat kamu memilih mengacuhkan saya, saat saya melihat anak-anak yang tidak memiliki nasib seperti saya, saat mereka menebang pohon, atau saat mereka mengotori laut, bahkan saat saya juga melihat kamu patah hati. Saya kembali menuliskan patah hati itu, mencoba mengatakan pada kamu saya sedang patah hati.
Tuhan membuat ruang dalam diri saya itu sebagai tempat proses, ada hal yang saya masukkan kemudian diproses untuk menjadikan hal yang lebih baik bagi saya. Atau bahkan mungkin untuk kamu.
Lihat, saya melihat kamu pun sedang jatuh cinta pada saya? Benar kan?
Ada semburat merah di pipi kamu yang tidak bisa kamu sembunyikan.
Sudahkah saya bilang, Tuhan Maha Romantis kan?

Romantisme itu milik Tuhan (Sevy, 2013)

You May Also Like

0 comments