Masih Tentang Perjalanan

by - December 18, 2012

Hei Sang Penjelajah
Boleh aku bertanya padamu, ke mana tujuanmu? Ke bulan kah? Atau kau ingin ke luar angkasa?
"Keliling dunia," itu jawabmu.

Hei Penyebar Romantisme Alam Raya, kau memanggilku.
Boleh aku bertanya, mengapa kau suka sekali menulis puisi? menulis cerita? mengapa suka mendongeng?
"Supaya kau jatuh cinta padaku," jawabku.

Hei Pecinta Jalan Terjal
"Boleh aku ikut bersamamu?" pintaku.

"Untuk apa, wahai Pecinta Kata?"

"Supaya aku bisa bercerita, supaya aku bisa mencintaimu, dan supaya aku bisa menuliskan puisi tentangmu,"

"Tak takutkah kau akan bahayanya?"

"Bukankah bahaya itu indah, mengajari kita tentang kesalahan-kesalahan, tentang kebenaran-kebenaran pendapat alam. Supaya bisa menjadi hakiki. Bukankah kau yang pernah mengatakan itu padaku? Kau lupa?"

Sang Penjelajah tersenyum, si Penyebar Romantisme Alam Raya pun.

"Boleh?" tanya Penyebar Romantisme Alam Raya sekali lagi.

"Apa jadinya aku tanpa kamu," itu jawaban yang paling ingin di dengar semua Pecinta di alam raya.

Ini masih tentang perjalanan, ini masih tentang bahaya, dan ini masih tentang percaya satu sama lain.

You May Also Like

2 comments