Jujur

by - October 28, 2012

Katakan kebenaran sebenar-benarnya yang ada (Sevy, 2012)

Tiga hari yang lalu, saya berkesempatan untuk jujur pada sahabat saya dan pada diri saya sendiri. Suasana malam yang menenangkan di sebuah cafe yang tak ramai pengunjung, kami berbicara. Tentang kejujuran hati dan tentang sakitnya hati. Secangkir cokelat panas dan milk-tea menemani bincang kami, mencoba menghangatkan hati yang sempat mendingin.

Tak ada yang istimewa, saya hanya mengungkapkan satu peristiwa yang sebelumnya saya pikir harus saya tutup rapat darinya. Satu peristiwa yang membuat saya kembali membuat jeruji untuk melindungi diri saya dari 'mereka'. Peristiwa yang membuat saya kecewa dan membuat saya menimbun banyak sekali penyakit yang membuat hati saya seperti dihujam ribuan pisau es. Dingin dan perih.

Satu per satu, kata demi kata, kalimat per kalimat, meluncur mulus dari mulut saya. Tak ada tangis yang merebak, tak ada sesal yang menghantam. Hanya saya dan kejujuran yang saya pilih untuk memulihkan luka hati saya. Saya memilih kata dengan tepat, memilih intonasi dengan cermat, membuat semuanya jelas. Rasa marah yang mampir, saya ungkapkan dengan tenang. Rasa kecewa yang hinggap, berubah menjadi kata-kata. Dan rasa benci yang pernah ada, perlahan melebur lalu hilang. Saya lega, saya merasa ringan.

Beribu maaf untuk sang Sahabat saya haturkan berkali-kali, sedikit menyesal karena menutupi ini cukup lama hingga membuatnya sedikit 'buta' dengan kondisi yang sebenarnya. Rasa sesalnya diungkapkan kepada saya, beribu maafnya pun meluncur dari mulut penuh pengharapan kebaikan, dan beribu terima kasihnya untuk saya dihaturkan dengan ketulusan yang tiada akhir. Tak ada lagi kecewa, tak ada lagi benci, dan tak ada lagi marah.

Saya dan dia, adalah murid dari kelas kehidupan. Kami belajar bersama untuk menjadikan diri kami sebaik-baiknya makhluk Tuhan, untuk bisa memberikan kebaikan pada setiap orang yang berharga. Malam itu, kami belajar tentang kejujuran hidup, kejujuran hati, dan kejujuran perbuatan. Berjanji untuk tidak menyakiti makhluk manapun dengan kekuatan hati yang kami miliki, berjanji untuk jujur pada diri sendiri hingga akhirnya mampu menyajikan kejujuran untuk kehidupan.

You May Also Like

0 comments