Kepada Senja

by - September 02, 2012

Kepada senja
Kepadamu aku menitipkan jingga, menebarkan imaji liar. Lagi.
Tak perlu menjadi merah jambu jika kelam saja sudah menyampaikan rindu.
Senjamu juga tak perlu jadi merah, cukupkan saja keemasan untuk lampiaskan marah. Kepada rindu yang semakin membiru. Kepada laut yang menginginkan pulang.
Liarku masih ada, membawa dirimu dalam asa. Ketika kamera tak cukup mengabadikan rasa. Hanya kenangan mencapa dasawarsa.
Lalu akan kah kau masih terperangkap kisah dalam buku? Hanya imaji yang menjadikannya nyata, hanya suara yang menangkap kau ada.
Haruskah aku membacakan cerita supaya kau tak lagi terkunci, berteriak pada dunia yang meragukan eksistensi, berbisik pada laut yang menjadikanmu lukisan abadi.
Ah,
Ini semakin kelam, membuat rindu semakin termaram, lalu tenggelam.
Tak lagi merah.
Tak lagi membara.
Cukup kelam.
Cukum termaram.

You May Also Like

0 comments