Ruang Patah

by - July 18, 2012

Aku tidak pernah benar-benar sadar apa yang telah kau lakukan padaku semalam, atau malam-malam sebelumnya. Aku hanya tahu ada rasa nyeri di dadaku setiap pagi, saat kamu tiba-tiba hadir di pikiranku.

Rasanya seperti minum kopi yang sudah dingin, mual dan sangat asam. Lalu ada yang pecah dalam diri, berkeping-keping hingga susah dibedakan pasangannya.
Mengapa begitu sulit ketika kau ada? Dan rasanya mengapa lebih sulit lagi ketika kau berada di antah berantah?
ada yang telah mematahkanku sebelum kau ada, ada yang pernah membuatku berkeping-keping sebelum kau di duniaku.
ada toples berisi kepingan-kepinganku, ku simpan begitu rapat. tak pernah ku tunjukkan pada siapapun.
ah, tapi mengapa kau selalu memintaku menunjukkan kepingan-kepingan itu? apakah kau tidak takut pada darah? apakah kau tidak akan mual setelah melihatnya?
ruang patahku bukan tempatmu bermain. jika kau salah langkah kali ini, mungkin kau akan membuat patahan lagi. entah patahan untukku atau justru kau yang akan patah.
mari jabat tanganku, kompromi. supaya masing-masing dari kita tidak membuat patahan untuk satu sama lain.

You May Also Like

0 comments