Pena Mimpi

by - July 19, 2012

penaku menari lagi malam ini, semakin cepat dan semakin bersemangat
menuliskan tentang mimpi, tentang asa yang tak pasti
penaku meliuk-liuk lagi, saat ku tuliskan kata tentang dirimu, tentang mimpimu
pernah aku bermimpi untuk melihat deretan sakura yang mekar, berjalan di bawah warna merah mudanya yang lembut, lalu berbaring dibawah atap hangat matahari dengan alas kelopaknya yang jatuh
pernah aku bermimpi tidur di pangkuanmu dengan perutku yang membesar, membaca buku favoritku, dan lagi-lagi matahari dan angin hangat menjadi selimutku
pernah kau bermimpi berjalan menapaki setapak batu dengan jas musim dingin warna hitam selutut, boot hangat, dan syal merah melingkar di lehermu. sementara salju pertama musim itu perlahan turun.
pernah kau bermimpi berdebat dengan teman hidupmu tentang nama jiwa yang ada di dunia amniotiknya, sambil membuatkan susu hangat untuknya sebelum kalian saling memeluk dalam gelap nan hangat
kau menyebutnya bahagia, aku menyebutnya bagian dari perjalanan

lagi-lagi penaku menari, berdansa dengan tiap kata yang ditulisnya.
siapa kamu, dan siapa aku. penaku bertanya.
aku tidak perlu menjawabnya, tidak juga ruang bahagia dan patah dalam diriku.
penaku akan tahu, ketika ada yang memilihku sebagai jawaban atas segalanya.

You May Also Like

0 comments