Apa Kabar, Hujanku?

by - March 05, 2012

aku memandang gerimis sore ini, lewat kaca jendela yang sudah dingin
hanya desah napas dan tubuhku yang membuatnya hangat, lalu sedikit berembun
titik-titik air membasahi tanah, lalu menghantarkan jutaan bayang tentang kamu
tentang kamu yang pernah datang
tentang kamu yang pernah peduli
tentang kamu yang pernah tertawa bersamaku
tentang jalan yang kau pilih
tentang jalan yang aku pilih
tentang aku, kamu, lalu tentang dia
kemudian tentang punggungmu yang semakin jauh, atau barang kali tentang aku yang pergi
aku tidak pernah mengerti mengapa ada gerimis lalu hujan
mengapa ada hujan kemudian pelangi
sama seperti aku tak pernah bisa memahami mengapa kamu datang lalu pergi
sama seperti aku tak pernah bisa mengerti mengapa aku pergi darimu, namun kamu tak pernah menahannya
aku menanti gerimis berubah menjadi hujan
supaya aku bisa menarikmu lagi, berteduh disini bersamaku
supaya aku bisa bertanya padamu, 'Apa kabar, hujanku?'
lalu bertahan sejenak disini, sebelum dia kembali menjemputku

You May Also Like

0 comments