(Bukan) Sederhana

by - February 11, 2012

A heart must break... to know what will come.... (Marina K, 2008)
Entah harus istirahat, atau benar-benar patah
dan entah harus berhenti sejenak, atau berhenti sama sekali
aku tak pernah bisa memutuskan, untuk benar-benar membenci atau mencinta
hanya menuruti kata hati, sebuah keinginan kebanyakan, tanpa benar-benar tahu tentang kebutuhan
aku membutuhkan kamu untuk ku genggam tanganmu, tanpa pernah ku peluk
Karena aku tahu, memelukmu sama dengan menghancurkan
aku membutuhkan kamu untuk ku hirup aromamu, tanpa pernah ku cium
Menciummu sama dengan meremukkan dunia
Mungkin aku orang paling egois sedunia, menurutmu. Karena aku tak pernah memeluk cintamu.
Tapi pernahkah kamu sadar, ketika aku berhasil memeluk cintamu nanti, aku ingin mencium, lalu mencumbu cintamu. Aku tak ingin mencandu heroinmu, aku tak ingin meminum anggur dari gelasmu.
Jika kamu pikir, mencanduku adalah soal fisika paling rumit hingga Einstein pun tak mampu menyelesaikan. Maka mencadumu, adalah membaca Sigmud Freud yang tak pernah bisa kutamatkan.
Jangan pernah menyalahkanku, karena tak bisa memutuskan. Jangan pula menyalahkanmu, karena tak bisa menentukan.
Cukup seperti ini. Berjalan bersama, menggenggam tangan masing-masing, tanpa perlu saling menatap mata.
Cukup seperti ini. Berbicara dengan bahasa angin, berharap untuk paham.
Cukup seperti ini. Menunggu untuk tahu apa yang akan terjadi nanti.
Hanya menunggu.

You May Also Like

0 comments