Membuat Pelangi

by - January 01, 2012

"Apa impian kamu?"
Pertanyaan yang sering sekali datang, tak peduli apa pun keadaannya. Mimpi, daftar angan-angan yang selalu bergantung di langit-langit pikiran dan hati. Menjadi faktor pendorong dan penarik bagi semua orang untuk melakukan setiap langkah demi mewujudkannya. Setiap orang memiliki mimpi yang berbeda, tergantung karakter dan tujuan hidupnya.

"Apa mimpimu?"
Tak luput juga ditanyakan padaku. Hmm, aku harus menjawab apa? Terlalu banyak isi daftar itu, atau mungkin terlalu 'mimpi'?
Aku dan mimpiku, mungkin berbeda dengan yang lain. Mungkin juga ada beberapa yang sama. Hanya saja aku merasa 'berbeda'.
Aku merangkum mimpiku dalam sebuah kata, Cinta. Magis bukan?
Cinta, dimana aku tak akan pernah mau mendefinisikannya (lagi). Dimana aku mendedikasikan setiap langkahku untuknya. Bernafas untuknya, dan mati untuknya.
Cinta, dasar dari mimpiku. Melakukan setiap hal demi dia. Menjaga agar dia tak pernah mati.
Aku menulis karena cinta. Karena kecintaanku pada dunia literatur, karena kecintaanku pada seni, dan karena kecintaanku pada umat manusia.
Aku ingin berpetualang karena cinta. Melihat setiap milimeter cinta dalam setiap jengkal langkah, setiap keringat, dan setiap darah. Melihat setiap makhluk jatuh cinta. Melihat setiap debu kembali ke tanah, dan melihat setiap aliran air kembali ke laut. Aku ingin berpetualang untuk kembali lagi. Cinta selalu pulang.
Aku ingin mendekapmu dengan erat dan hangat. Memberikan segala yang aku miliki untukmu, tanpa pernah kau minta. Hingga kau bisa memberikan segala hal yang kau miliki untuk seluruh dunia tanpa perlu diminta.
Aku ingin membuat pelangi. Titik demi titik, garis demi garis, warna demi warna, sedikit demi sedikit, satu per satu. Menuju Kau, wahai sang Pemilik Cinta. Hingga Kau bisa mendekapku dengan cintaMu.

You May Also Like

0 comments