Pengisi Spasiku

by - November 12, 2011

Untuk kamu,

Satu. Itu kita. Bukan kau, bukan aku. Tapi kita.
Biasa pada awalnya hingga akhirnya aku tercengang, tentang kita.
Bukan persamaan, tapi ribuan perbedaan yang membuat jemari kita bertaut.
Kau tertawa dan aku pun tertawa. Kau patah hati, aku pun patah hati.
Kau menangis di bahuku, dan kau membiarkan aku menangis di punggungmu. Karena kau tahu aku begitu tinggi hati untuk hanya sekedar menunjukkan air mataku.
Saat kau melepaskan jemariku, pada akhirnya kau masuk lagi ke spasi yang sempat kau tinggalkan
Kau, aku, berbagi rasa yang sama.
Berbagi cinta yang sama.
Hanya saja tempat ku di hatimu bukan tempat itu
tempatmu di hatiku bukan tempat itu juga
Aku, kau, begitu cermat menempatkan masing-masing bagian diri kita di suatu tempat yang memang sudah kita persiapkan.
Tempatmu bukan dimana aku mampu memujamu, seperti aku memujanya
Tempatku bukan dimana kau mampu memujaku, seperti kau memujanya
Aku menyembunyikanmu di tempat asing
Kau menyembunyikanku di tempat yang aku tak pernah menginjaknya
Kita berbagi rasa yang sama, cinta yang sama, jiwa yang sama
Tapi tidak tempat yang sama-sama kita kenal
Aku tak tahu apa kau, dan kau tak tahu apa aku
Kita hanya bersama, itu saja.


Aku, yang selalu kagum akan kita

ps. mungkin aku juga bisa jadi pengisi spasimu, seperti yang kau lakukan untukku

#30harimenulissuratcinta

You May Also Like

0 comments