Untukmu, meskipun kau tidak tahu (Part 3)

by - April 08, 2011

Hey Hujanku, apa kabarmu hari ini? Kau baik-baik saja? Bagaimana dengan amanah-amanah yang kau jalankan? Apakah sudah sesuai dengan apa yang kau inginkan?


Aku selalu tahu kau baik-baik saja, Hujanku, dan aku percaya kau akan selalu baik-baik saja. Aku mungkin tak akan pernah tahu ketika kau jatuh, karena kau tak ingin aku tahu itu. Hujanku, aku disini bersamamu jika kau menginginkannya.

Hujanku, kali ini aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Sesuatu yang sudah lama ingin aku katakan, bahkan jika diberi kesempatan, aku ingin mengatakannya secara langsung padamu.

Hujanku, terima kasih karena kau telah peduli padaku, dengan tanpa alasan apa pun. Kau tahu, betapa itu berartinya bagiku? Sangat, sangat berarti. Kepedulian tanpa alasan itu, mampu membuat hatiku menjadi lebih sejuk dan tenang. Karena aku tahu bahwa hatiku tidak pernah sendirian lagi dengan adanya dirimu. Karena aku tahu kau akan menjagaku dengan caramu.

Aku tahu kau percaya padaku, bahwa aku lebih kuat dari yang aku kira. Bahwa aku bisa melewati semua ujian dariNya. Aku tahu kau percaya padaku, bahwa aku mampu meraih cintaNya dan kemudian meraih cintamu.

Hujanku, tapi aku takut. Aku takut sendirian. Aku takut aku tidak punya bahu untukku bersandar ketika aku lelah. Aku takut kau pergi seperti yang lain. Aku takut kau lelah menghadapiku, apalagi bertahan denganku. Dengan semua sifat kekanak-kanakaku, dengan sifat manjaku, dan dengan kelabilanku ketika aku jatuh. Aku takut kau meninggalkanku saat aku berada di saat paling buruk. Hujanku, aku takut.

Hujanku, apa kau sanggup menjadi batu karangku nanti? Apa kau sanggup menyediakan bahumu untuk tempatku bersandar ketika aku lelah nanti? Hujanku, apa bisa terus menjadi hujanku?

Sekali lagi, terima kasih karena peduli padaku dengan tanpa alasan. Hujanku, aku bersyukur tentang itu.

You May Also Like

0 comments