Untukmu, meskipun kau tidak tahu

by - January 21, 2011

"Hei, sedang apa kau sekarang? Apa kau sedang berkutat dengan komputermu? Memainkan permainan-permainan favoritmu, atau kau sedang membaca sebuah buku yang tidak tertarik untuk ku baca?"


aku bukan orang romantis sepertimu yang selalu bisa merangkai kata-kata indah yang sering kali membuatku terdiam, bahkan mungkin aku termasuk sarkastik karena cenderung menumpah ruahkan segala yang ada di pikiranku.

ingin sekali aku menanyakan hal-hal sepele seperti diatas kepadamu dengan bebas, ringan, dan tanpa batas. 
Aku, kamu, belum ada kita. Yang membuat lidahku kelu saat ingin bertanya, membuatku menahan pertanyaan-pertanyaan itu, membuatku urung mengungkapkan apa pun.

Hah, sungguh susah sekali jatuh cinta padamu. Karena masih ada aku dan kamu, bukan kita. Karena kau dan aku masih terjebak ego masing-masing. 

bagiku kau seperti hujan dalam musim panas. Ku rindukan juga ku benci. Ku rindukan saat panas begitu menyengat, hingga membuat kulitku terbakar dan sakit. Ku benci saat aku benar-benar harus beraktivitas dengan cuaca cerah.
Tapi dibalik semua benci yang kurasakan terhadap hujan, aku selalu menyukai aroma air menyentuh tanah, dan suara ketukan air di atap. Begitu juga denganmu, yang selalu membuatku ingin selalu tahu tentang apa yang kau lakukan.

Aku membencimu, karena kau terlalu banyak tahu tentang aku. Tentang apa yang ku suka dan tidak, tentang apa yang ku benci dan ku cinta. Tentang kebiasaanku, dan tentang kehidupanku. Tapi mengapa aku tak tahu sedikitpun tentang dirimu? Kau tau, rasanya sangat tidak menyenangkan, dan aku sangat membenci itu.

*bersambung...
:p

You May Also Like

0 comments