Curiga

by - May 21, 2009

hari ini (21/5/09) aku mendatangi kampusku, mencoba menepati janji yang kubuat bersama teman-temanku. mengerjakan tugas.
Tapi, apa yang ku dapat?
ketika aku memasuki gedung kampusku, aku diusir keluar. kalian tahu kenapa? mereka menganggapku ingin mencuri (PUIH!! NAJIS).
membentakku dengan tatapan melotot (amit-amit banget)
tanpa banyak bicara (karena sangat kesal) aku langsung keluar gedung kampus. eh, si penjaga mengikuti aku.
bukannya memberi tahu peraturannya dengan cara baik-baik kepadaku, si penjaga malah mengobrol dengan mahasiswa lain dan membeberkan kecurigaannya padaku secara tersirat.
aku hanya bisa bersendekap, dan memandangi si penjaga. dia balas memandangku. dan aku balas menatapnya tanpa ampun sambil tersenyum geli.
dia curiga padaku karena disangkanya aku ingin mencuri. Aduh, Pak Penjaga, ngapain sih aku mencuri? barang-barang di kampus itu ngga ada harganya buat aku. aku bisa langsung meminta apa yang ada di kampus dari orang tuaku tanpa harus repot-repot mencuri. bahkan jika aku mau, aku akan meminta dengan jumlah yang lebih besar dan dengan merk yang lebih mahal dari milik kampus. Huh, menyebalkan sekali!
mereka sok dirugikan dengan pencurian yang marak di kampus, tapi mereka apa peduli dengan kasus pencurian yang ku alami? HAh, mereka tak peduli sama sekali.
Manusia memang kotor! tak pernah tidak curiga pada orang. selalu bespekulasi negatif terhadap orang-orang, meskipun orang lain tidak bermaksud jahat. ada apa dengan manusia-manusia itu?
apa mereka takut jika lahan rejeki mereka diambil?
apa mereka takut jika mereka dirugikan keadaan?
Hellooooo, rejeki sudah diatur oleh Tuhan,manusia-manusia bodoh...
sadarlah dan mengertilah, jika kalian dicurigai dan dianggap penjahat pasti kalian juga marah kan?
begitu juga aku.
jadi, aku memilih tidak mencurigai siapapun. dan aku memilih tidak memelototi setiap orang di sekitarku dengan tatapan menuduh dan curiga. karena itu sangat menjijikkan!

You May Also Like

0 comments