Aku menyayangimu, Bunda

by - May 20, 2009

Bunda,
sudah lama aku ingin menulis sesuatu untukmu
tulisan yang menyatakan bahwa aku sangat mengagumi dan memujamu
Bunda,
bagaimana kau bisa bertahan di segala keadaan yang mungkin lebih banyak menyakitimu?
bagaimana kau bertahan di dalam badai yang menghantam hidupmu?
bagaimana kau bisa bertahan menghadapiku yang selalu memberontak?
Bunda,
aku hanyalah remaja yang sedang mengalami pemberontakan dalam hidupku
mencari makna hidup dan arti diri
mencari sesuatu yang bisa kujadikan jawaban atas semua pertanyaan hidup yang kuajukan pada dunia
Bunda,
ada kalanya aku senang karena sesuatu, namun entah mengapa aku tak pernah membagi kesenangan denganmu
ada kalanya aku menangis karena sesuatu, dikecewakan oleh keadaan, dan entah mengapa pula aku selalu membagi kesedihan denganmu
aku tahu rasanya tak adil bagimu ketika aku melakukan ini
tapi sekali lagi, aku hanya seorang remaja
Bunda,
ketika aku terpuruk
ketika aku terjatuh
ketika aku bergelung dalam kesalahan yang tak memungkinkan untuk diperbaiki
aku mohon padamu,
panggil aku keluar dari sana
panggil namaku
hingga aku bisa merangkak keluar,
namun,
jika aku tak mampu merangkak
raih tanganku, dan tarik aku keluar sekuat tenaga
peluk aku hingga aku yakin untuk berdiri lagi
peluk aku dan yakinkan aku bahwa semuanya baik-baik saja
peluk aku dan yakinkan bahwa dirimu akan selalu bersamaku
Bunda,
aku ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu
di balik semua kesalahan dan pemberontakanku padamu
bahwa aku mencintaimu, sangat mencintaimu
Bunda,
aku memujamu
aku mencintaimu lebih dari hidupku
kau nafasku
kau jiwaku
aku tak mampu hidup tanpa nafasku
dan aku tak mampu hidup tanpa jiwaku
Bunda,
cintai aku sampai kapanpun
dan aku mencintaimu sampai kapanpun

You May Also Like

0 comments